BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) sebagai langkah strategis untuk memeratakan akses Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke wilayah terjauh. Inisiatif ini dirancang khusus untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, memastikan setiap warga negara mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang setara.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kehadiran LANURI merupakan wujud tanggung jawab lembaga agar tidak ada peserta yang terabaikan. Hingga saat ini, program tersebut telah berhasil menjangkau lebih dari 11.160 peserta yang tersebar di 558 titik layanan di berbagai kabupaten dan kota.

Implementasi LANURI dilakukan melalui dua metode utama, yakni BPJS Keliling yang mendatangi lokasi-lokasi strategis seperti fasilitas kesehatan TNI/Polri dan desa wisata, serta layanan berbasis digital melalui Virtual Office Layanan Peserta (Viola). Pendekatan ini memungkinkan peserta mendapatkan bantuan administratif maupun layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor cabang.

Meski cakupan kepesertaan JKN telah mencapai angka impresif di 98,6 persen, BPJS Kesehatan kini fokus meningkatkan tingkat keaktifan peserta untuk mencapai target 83,5 persen sesuai RPJMN 2029. Untuk itu, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dipererat agar layanan tetap adaptif dan berorientasi pada kebutuhan riil di lapangan.

Selain LANURI, BPJS Kesehatan turut mengintegrasikan berbagai program unggulan pemerintah, termasuk dukungan terhadap Makan Bergizi Gratis serta penguatan layanan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah ini dipastikan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai fondasi transformasi pelayanan kesehatan nasional yang lebih inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.