Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng menyatakan komitmen penuh dalam mendukung perluasan program nasional imunisasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif tim delegasi Buleleng dalam rangkaian edukasi strategis yang berlangsung di Denpasar pada 1 Juli 2026.

Delegasi yang terdiri dari tim Surveilans dan Imunisasi (Survim), Promosi Kesehatan, Farmasi, serta perwakilan Puskesmas Seririt 1 dan Sawan 1 ini dibekali pemahaman mendalam mengenai teknis implementasi vaksinasi. Fokus utama program ini adalah pemberian satu dosis vaksin HPV bagi anak laki-laki berusia 11 tahun atau yang duduk di bangku kelas 5 SD.

Program yang akan diawali di Provinsi Bali, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta ini diproyeksikan mencakup seluruh wilayah Indonesia secara bertahap hingga tahun 2030. Selain memberikan data mengenai efektivitas vaksin dalam menekan risiko kanker, diskusi tersebut juga meluruskan bahwa vaksinasi HPV tidak memerlukan skrining riwayat seksual sebelumnya, sehingga aman diberikan kepada kelompok sasaran.

Menghadapi tantangan berupa persebaran disinformasi di masyarakat, Dinkes Buleleng menekankan pentingnya strategi komunikasi pra-bias atau 'pre-bunking'. Upaya ini bertujuan agar orang tua dan masyarakat luas mendapatkan informasi yang akurat mengenai keamanan vaksin sebelum program berjalan secara masif.

Lebih lanjut, pihak Dinkes Buleleng menggarisbawahi bahwa sinergi lintas sektor dan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci sukses pelaksanaan di lapangan. Selain itu, jangkauan layanan akan dioptimalkan agar anak-anak usia sekolah maupun mereka yang tidak bersekolah tetap dapat mengakses perlindungan kesehatan ini secara merata.