Babak perempat final Piala Dunia 2026 kini menjadi sorotan utama setelah sejumlah tim raksasa seperti Brasil, Jerman, dan Belanda harus angkat koper lebih awal. Turnamen yang diwarnai dinamika geopolitik ini menyisakan delapan tim terbaik yang akan memperebutkan tiket menuju babak semifinal.
Pengamat olahraga dari Rakyat Sepakbola Indonesia (RSI), Frans Immanuel Saragih, menyoroti komposisi tim yang melaju ke babak delapan besar. Saat ini, enam tim berasal dari Eropa, sementara Argentina dan Maroko menjadi dua perwakilan non-Eropa yang tersisa. Situasi ini menempatkan keduanya dalam posisi sulit untuk meruntuhkan dominasi benua biru yang selama ini sangat kuat di kancah sepak bola dunia.
Frans memberikan atensi khusus pada Maroko yang memiliki kualitas pemain mumpuni di klub-klub papan atas dunia. Menurutnya, keberhasilan Maroko akan sangat bergantung pada kedisiplinan dan kreativitas permainan mereka di atas lapangan, selayaknya performa impresif yang mereka tunjukkan pada edisi Piala Dunia sebelumnya.
Di sisi lain, Argentina sebagai juara bertahan menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan tradisi kemenangan tim Amerika Latin. Meski sempat kesulitan saat menghadapi Mesir di babak sebelumnya, mentalitas juara Argentina akan kembali diuji dalam laga krusial melawan Swiss. Disiplin taktis Swiss diyakini akan menjadi ancaman nyata bagi lini pertahanan tim asuhan pelatih Argentina tersebut.
Secara keseluruhan, peta kekuatan babak perempat final menyajikan persaingan ketat antara tim-tim dengan sejarah juara seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris melawan para penantang yang ingin mengubah sejarah. Frans menegaskan bahwa peluang juara saat ini masih terbuka lebar bagi tim yang mampu memanfaatkan celah terkecil menjadi gol di tengah ketatnya pertahanan lawan.