Di tengah kebijakan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kian selektif akibat tingginya suku bunga acuan, platform teknologi properti (proptech) Pinhome tetap optimistis menatap prospek bisnis. Melalui sinergi strategis bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Pinhome menargetkan pertumbuhan bisnis yang agresif berkisar antara 50 hingga 75 persen hingga akhir tahun 2026 mendatang.
Kerja sama yang baru dirintis selama dua bulan terakhir ini terbukti membuahkan hasil positif. Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer Pinhome, Dayu Dara Permata, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini telah menghasilkan basis data calon nasabah potensial (leads) yang signifikan. Bahkan, sebagian konsumen telah berhasil mengantongi persetujuan instan (instant approval) dari BTN karena dinilai memenuhi seluruh kriteria kelayakan kredit yang ditetapkan.
Sinergi digital antara kedua belah pihak ini mencakup berbagai fasilitas pembiayaan, mulai dari KPR untuk hunian baru (primary market), hunian bekas (secondary market), hingga program pengalihan KPR (take over). Guna menarik minat pasar, kolaborasi ini juga menyajikan beragam penawaran eksklusif, seperti suku bunga kompetitif mulai dari 2,65 persen, potongan biaya provisi, hingga proses administrasi yang lebih mudah bagi nasabah yang ingin memindahkan portofolio KPR mereka ke BTN.
Dayu Dara tidak menampik bahwa situasi ekonomi saat ini menuntut perbankan untuk lebih berhati-hati dalam memitigasi risiko kredit. Hal ini tecermin dari penyesuaian proses penilaian yang lebih ketat, mulai dari penentuan batas plafon pinjaman, hasil taksasi nilai aset (appraisal), hingga kelayakan lokasi dan kondisi fisik bangunan. Namun, ia menekankan bahwa langkah selektif ini bukan berarti perbankan membatasi atau menghentikan pembiayaan perumahan sama sekali.
Melihat permintaan hunian yang tetap terjaga, Pinhome terus mendorong masyarakat untuk melakukan perencanaan properti yang matang sejak dini. Dengan strategi pelayanan digital yang terintegrasi, perusahaan menargetkan pertumbuhan bulanan yang konsisten pada kisaran angka satu digit tinggi (high single digit) demi mencapai target kumulatif pada akhir tahun 2026.