PT Niramas Utama Tbk, perusahaan di balik merek makanan berbasis kelapa kenamaan INACO, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026). Perusahaan yang menggunakan kode saham JELI ini sukses menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar melalui penawaran umum perdana (IPO) di tengah tantangan kondisi ekonomi global yang dinamis.
Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk, Yusuf Hamdani, menyatakan bahwa langkah strategis ini menjadi tonggak sejarah penting bagi perusahaan. Saham JELI dibuka di harga Rp900 per lembar, yang merupakan batas bawah dari rentang penawaran awal. Tingginya antusiasme investor ritel terlihat dari kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 273,37 kali pada porsi pooling, menjadikannya salah satu IPO dengan partisipasi ritel tertinggi di tahun 2026.
Dana hasil IPO tersebut telah dipetakan untuk empat fokus strategis. Mayoritas dana, sekitar 56,70%, akan dialokasikan sebagai tambahan modal bagi anak perusahaan, PT NPS, untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly. Sementara sisanya akan digunakan untuk belanja mesin produksi, efisiensi logistik, pembayaran sebagian utang jangka pendek, serta penguatan modal kerja operasional perusahaan.
Meskipun sempat mencatatkan penyesuaian pada angka penjualan, INACO berhasil menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan melalui efisiensi operasional dan optimalisasi biaya. Berdasarkan laporan keuangan 2025, laba tahun berjalan perusahaan mencatatkan lonjakan tajam sebesar 235,50 persen. Tren positif ini didorong oleh strategi pengembangan portofolio produk yang menyasar margin lebih tinggi.
Sebagai pemain di industri makanan dan minuman yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, INACO kini memperkuat posisinya baik di pasar domestik maupun mancanegara, seperti Australia, Singapura, hingga Amerika Serikat. Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, menegaskan bahwa suntikan dana publik ini memberikan fondasi yang solid bagi perseroan untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan distribusi di masa depan.