Pemerintah secara resmi memulai babak baru dalam pengelolaan limbah nasional dengan diluncurkannya proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Fasilitas yang dikembangkan oleh Danantara Indonesia ini digadang-gadang menjadi solusi konkret atas permasalahan sampah menahun yang selama ini sempat mencoreng citra pariwisata Bali di kancah internasional.
Dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton per hari, infrastruktur ini dirancang untuk menuntaskan beban sampah harian dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang tercatat sebesar 1.200 ton. Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah untuk menghadirkan ekosistem lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menekankan bahwa keberhasilan operasional PSEL akan memberikan dampak domino yang positif terhadap perekonomian daerah. Mengingat sektor pariwisata berkontribusi hingga 65 persen bagi ekonomi Bali dengan capaian devisa nasional sebesar Rp176 triliun, penanganan isu sampah menjadi krusial untuk menjaga daya saing destinasi unggulan tersebut di tengah tingginya arus kunjungan wisatawan.
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa proyek ini merupakan manifestasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasi penanganan sampah nasional. Pemanfaatan teknologi mutakhir dalam PSEL diharapkan tidak hanya menekan dampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan, tetapi juga memastikan tata kelola yang transparan dan efisien untuk mencegah beban ekologis bagi generasi mendatang.