Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku bersiap menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada Senin, 20 Juli 2026 mendatang. Agenda strategis yang dipusatkan di Aula Lantai 5 Kantor DPRD Provinsi Maluku, Karang Panjang, Kota Ambon ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan olahraga tenis meja di bumi raja-raja.
Ketua Panitia Penyelenggara Musprov PTMSI Maluku, Musriadin Labahawa, menjelaskan bahwa fokus utama dari pertemuan besar ini adalah penataan kembali struktur organisasi. Langkah konsolidasi ini dinilai krusial agar program pembinaan atlet di tingkat kabupaten dan kota dapat berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
"Musprov ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk merapatkan barisan. Kami ingin memastikan gairah olahraga tenis meja kembali tumbuh subur di seluruh pelosok Maluku, termasuk di wilayah Maluku Tengah," ujar Labahawa saat memberikan keterangan di Masohi, Kamis (17/7/2026).
Labahawa, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Maluku Tengah, enggan berkomentar banyak mengenai isu pencalonan dirinya memimpin organisasi tersebut. Doktor lulusan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) ini memilih memprioritaskan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Musprov terlebih dahulu, meskipun dirinya tidak menampik tawaran untuk memperkuat kepengurusan wilayah.
Hingga saat ini, panitia mencatat sebanyak 10 dari 11 pengurus kabupaten/kota di Maluku telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Sementara itu, satu daerah tersisa sedang menyelesaikan proses administrasi internal dan dipastikan akan turut menyukseskan gelaran olahraga empat tahunan ini.