Tim gabungan di Pagar Alam, Sumatera Selatan, berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang membawa senjata angin di kawasan pendakian Gunung Dempo. Langkah taktis ini diambil setelah adanya laporan dari para pendaki yang merasa terancam dan mendapatkan tindakan intimidasi dari pelaku selama berada di jalur pendakian.
Penangkapan warga Kabupaten Lahat ini melibatkan personel dari Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade), Basarnas, BPBD, serta unsur TNI. Menurut Ketua Brigade, Dian Saputra, operasi penyisiran segera dilakukan begitu informasi mengenai keberadaan pria bersenjata tersebut beredar di kalangan pendaki dan media sosial.
Sebelum diamankan, R diduga sempat melakukan tindakan kekerasan terhadap enam orang pendaki. Para korban dilaporkan mengalami intimidasi fisik berupa pemukulan, dipaksa berendam di dalam air, hingga diperintahkan untuk menanggalkan pakaian mereka. Beruntung, para korban berhasil meloloskan diri dari cengkeraman pelaku tanpa mengalami luka serius.
Selain aksi kekerasan fisik, pelaku juga dilaporkan sempat mengadang pendaki asal Kabupaten PALI di Pos 2 jalur pendakian. Dengan menodongkan senapan angin yang dibawanya, R menanyakan keberadaan pendaki asal Palembang serta mengklaim dirinya sebagai juru kunci Gunung Dempo, yang memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, senapan angin yang dibawa oleh pelaku ternyata tidak berfungsi karena tidak memiliki tabung tekanan udara. Pihak keluarga menyatakan bahwa R mengidap gangguan kejiwaan dan kerap berhalusinasi diikuti oleh leluhur. Saat ini, pelaku telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk penanganan medis lebih lanjut.