Pemkab Gunung Mas resmi memulai operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun. Momentum ini ditandai dengan dibukanya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 231 siswa baru tahun ajaran 2026/2027 melalui kegiatan gelar griya (open house) pada Jumat (31/7/2026).
Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, menegaskan pentingnya masa orientasi ini agar para siswa dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan pola hidup berasrama. Dirinya menginstruksikan agar seluruh rangkaian kegiatan dipastikan aman, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).
Jaya menjelaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna menghadirkan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Program ini juga diintegrasikan dengan program daerah, yakni Tambun Bungai Cerdas, demi mempersiapkan generasi muda yang siap membangun daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunung Mas, Baryen, merinci bahwa dari kuota 270 kursi yang disediakan, sebanyak 231 siswa terdaftar aktif setelah melalui seleksi ketat sejak awal Juni hingga Juli 2026. Angka tersebut meliputi 90 murid jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 51 siswa SMA.
Mengingat pembangunan infrastruktur utama sekolah di Desa Tumbang Tambirah masih berjalan, pemerintah daerah melakukan penyesuaian fasilitas secara taktis. Kegiatan MPLS untuk sementara dipusatkan di Gedung Serba Guna, sedangkan asrama putra menggunakan gedung belajar SMA dan asrama putri menempati gedung SMP Putri sebagai hunian sementara.