Kota Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai pusat intelektual nasional dengan digelarnya S.T.E.I. Conference 2026. Berlangsung di Auditorium Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta, konferensi ini menjadi agenda krusial dalam rangkaian Festival UFO 2026 yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, hingga mahasiswa dari berbagai penjuru daerah.
Mengangkat tema 'Bridging Science, Technology, Engineering and Innovation for Future Exploration', acara yang digagas oleh Indonesia Space Science Society (ISSS) ini bertujuan untuk menjembatani kolaborasi lintas disiplin. Fokus utamanya adalah memperkuat ekosistem riset di Indonesia serta merumuskan inovasi strategis yang relevan dengan tantangan teknologi di masa depan.
Diskusi hangat dalam konferensi ini menyentuh berbagai topik mutakhir, mulai dari riset Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), teknologi roket, hingga proyek VMARS yang merupakan fasilitas simulasi penelitian Mars pertama di Asia Tenggara. Para ahli juga memaparkan kemajuan material canggih dan bio-material yang diproyeksikan mampu bertahan dalam kondisi ekstrem di luar angkasa.
Selain paparan ilmiah, forum ini juga menyoroti sinergi antara teknologi dan seni digital sebagai bentuk kreativitas dalam rekayasa modern. Melalui sesi diskusi panel dan presentasi hasil penelitian, para peneliti muda mendapatkan kesempatan emas untuk membangun jejaring serta mendapatkan masukan langsung dari para pakar kelas dunia.
Venzha Christ, Direktur ISSS sekaligus ketua panitia, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kesiapan Indonesia dalam bersaing di panggung riset global. Ia berharap konferensi ini mampu mengikis kesan bahwa sains adalah bidang yang kaku, serta menjadikannya sektor yang lebih dinamis dan kolaboratif bagi pengembangan solusi masa depan.
Seluruh rangkuman diskusi dan inovasi yang dipaparkan dalam konferensi ini nantinya akan didokumentasikan dalam prosiding ilmiah. Diharapkan, langkah strategis ini dapat menjadi referensi akademis yang bermanfaat serta memacu semangat riset berkelanjutan di Indonesia.