Tim gabungan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di kawasan Pesantren Tebuireng. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan infrastruktur sanitasi dan kesehatan di lingkungan pesantren menjelang peluncuran resmi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tingkat nasional yang direncanakan pada pekan ketiga Agustus mendatang.

Inspeksi menyeluruh dilakukan di tiga titik strategis pesantren, yaitu Tebuireng Cukir sebagai pusat, Tebuireng Kesamben, dan Tebuireng Jombok. Tim memfokuskan pemeriksaan pada sarana vital seperti ruang kelas, asrama santri, kantin, dapur umum, hingga sistem pengelolaan pembuangan sampah guna menjamin standar hidup bersih dan sehat terpenuhi.

Selain melakukan pemantauan visual, petugas juga mengambil sampel air bersih, udara, makanan, pencahayaan, serta tingkat sanitasi ruang untuk diuji secara laboratoris. Petugas teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Gefi, mengungkapkan bahwa hasil uji kimia dapat diperoleh dengan cepat, sementara untuk uji mikrobiologi dan pemantauan area pembuangan sampah memerlukan waktu observasi dan analisis lebih lanjut di laboratorium.

Perwakilan Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes, Dini Surgayanti, menjelaskan bahwa Pesantren Tebuireng dipilih menjadi lokasi utama peluncuran program nasional ini karena rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden. Jika hasil evaluasi menunjukkan adanya kekurangan, tim akan segera memberikan rekomendasi pembenahan. Selain cek kesehatan gratis, program ini nantinya juga akan mencakup skrining tuberkulosis (TBC) massal bagi warga pesantren.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes turut memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keamanan pangan di lingkungan pondok. Perwakilan Kemenkes, Ana Hasanah, mengingatkan agar para pengelola dapur dan kantin wajib mengantongi Sertifikat Penjamah Pangan resmi serta memastikan semua makanan bebas dari bakteri Escherichia coli dan bahan kimia berbahaya seperti boraks maupun formalin guna menciptakan ekosistem belajar yang sehat bagi ribuan santri.