Sektor konstruksi nasional menunjukkan resiliensi yang signifikan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,51% sepanjang semester pertama tahun 2026. Pencapaian ini dinilai positif oleh otoritas terkait, terutama di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi oleh kendala struktur biaya input dan akses modal bagi para pelaku usaha.

Kepala Departemen Statistik Industri dan Konstruksi, Phi Thi Huong Nga, mengungkapkan bahwa pemulihan pasar properti menjadi pendorong utama pertumbuhan ini. Kebijakan pemerintah dalam menyederhanakan regulasi melalui percepatan implementasi Undang-Undang Tanah dan Perumahan telah memberikan kepastian hukum yang lebih baik. Dampaknya, aktivitas di sektor konstruksi sipil kembali bergairah, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah entitas bisnis konstruksi baru sebesar 15,6% dibanding periode serupa tahun lalu.

Namun, di balik tren positif tersebut, lebih dari 70% pelaku industri mengaku masih terbebani oleh tingginya harga bahan bangunan dan energi. Lonjakan biaya operasional ini secara langsung menggerus arus kas perusahaan. Situasi diperumit dengan lambatnya penagihan piutang konstruksi serta keterbatasan pasokan tenaga kerja terampil yang menghambat skala operasional banyak perusahaan.

Selain kendala teknis, tantangan administratif dan proses pembebasan lahan yang berjalan lamban masih menjadi hambatan klasik yang perlu segera dibenahi. Data kuartal kedua 2026 menunjukkan bahwa daya saing perusahaan konstruksi sedikit menurun, di mana 24,9% pelaku usaha merasa kesulitan bersaing dalam tender proyek yang tersedia.

Di sisi lain, investasi publik melalui percepatan proyek infrastruktur transportasi nasional menjadi tulang punggung yang menjaga stabilitas sektor ini. Peningkatan realisasi anggaran negara sebesar 12,7% telah menjadi bantalan krusial bagi kontraktor di tengah lesunya segmen pasar properti residensial. Pelaku usaha kini mengharapkan adanya langkah konkret dari pemerintah dalam menstabilkan harga material dan mempermudah akses permodalan guna menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026.