Indeks Bisnis-27 kembali menunjukkan tren positif dengan menutup perdagangan hari Senin (13/7/2026) di zona hijau. Indeks hasil kolaborasi harian Bisnis Indonesia ini tercatat menguat 2,11% atau 8,59 poin, sehingga menetap di posisi 415,68. Pergerakan ini sekaligus memperpanjang rekor impresif indeks yang telah mencatatkan penguatan selama delapan dari sembilan hari perdagangan sepanjang Juli 2026.

Sektor perbankan menjadi motor utama di balik lonjakan indeks kali ini. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BMRI kompak mencatatkan kenaikan signifikan. Secara keseluruhan, sebanyak 21 konstituen indeks berhasil ditutup menguat, sementara sisanya terbagi antara tiga saham yang terkoreksi dan tiga lainnya yang stagnan. Hingga penutupan sesi, total kapitalisasi pasar untuk indeks Bisnis-27 telah menembus angka Rp3.129 triliun dengan volume transaksi mencapai 4,32 miliar lembar saham.

Meskipun performa jangka pendek menunjukkan optimisme, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada. Fokus investor saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi acuan kebijakan suku bunga global. Selain itu, kondisi geopolitik yang memanas antara AS dan Iran serta pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp18.109 per dolar AS menjadi faktor penekan yang membayangi sentimen pasar domestik dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pergerakan positif Bisnis-27 sejalan dengan performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut menguat 1,92% ke level 6.037. Meski secara year-to-date (YtD) indeks masih mencatatkan koreksi sebesar 24,86% akibat kondisi pasar yang lesu sejak awal tahun, momentum pemulihan di bulan Juli ini memberikan sinyal positif bagi pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang.