Pasar saham Jepang mencatatkan performa gemilang pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (31/7/2026). Indeks Nikkei 225 melonjak signifikan sebesar 2.494,59 poin atau menguat 4,03 persen ke level 64.362,02, ditopang oleh gairah global di sektor teknologi dan kembalinya minat beli investor.

Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks terpantau sangat dinamis. Setelah dibuka menguat tipis di level 61.957,10 dari penutupan hari sebelumnya di 61.867,43, indeks terus merangkak naik hingga menyentuh titik tertinggi harian pada posisi 65.364,73. Adapun level terendah harian sempat menyentuh 61.948,23 di awal perdagangan, sementara rekor tertinggi dalam 52 pekan terakhir berada di level 72.831,73.

Lonjakan drastis bursa Tokyo ini dipicu oleh rilis laporan keuangan raksasa teknologi Microsoft di Wall Street. Laporan kinerja yang solid tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar global mengenai profitabilitas jangka panjang dari investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan (AI), yang kemudian memicu aksi beli masif.

Dampak dari sentimen AI global ini langsung dirasakan oleh emiten-emiten semikonduktor dan teknologi raksasa di Jepang. Harga saham Advantest, produsen alat uji cip terkemuka, melesat hingga 18 persen. Tren positif ini diikuti oleh Tokyo Electron yang menguat 9,3 persen, serta SoftBank Group yang membukukan kenaikan fantastis sebesar 15 persen.

Selain faktor eksternal, penguatan bursa juga didukung oleh spekulasi pasar bahwa Bank of Japan (BOJ) akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah. Langkah ini menjaga stabilitas nilai tukar yen yang menguntungkan bagi margin keuntungan eksportir. Momentum ini juga dimanfaatkan investor untuk melakukan aksi berburu saham murah (bargain hunting) setelah indeks sempat terkoreksi akibat kepanikan pasar pada pekan-pekan sebelumnya.