JAKARTA — Guna mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengatasi persoalan sampah perkotaan, PT Asiana Technologies meluncurkan inovasi teknologi mutakhir yang mampu mengonversi sampah menjadi bahan bakar alternatif. Perusahaan ini memanfaatkan sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) maupun sampah perkotaan (municipal solid waste) untuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).

CEO sekaligus Inventor PT Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, menjelaskan bahwa teknologi pengolahan ini menghasilkan RDF dengan nilai kalor melebihi 3.500 kcal/kg. Dengan spesifikasi tersebut, produk hasil olahan limbah ini dinilai sangat layak digunakan sebagai bahan bakar industri semen maupun bahan bakar pendamping (co-firing) di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), sehingga dapat menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Tidak hanya fokus pada konversi energi, perusahaan ini juga merilis sistem wadah penampungan pintar bernama Smart Container. Wadah ini dirancang khusus untuk area perkotaan dengan lalu lintas sampah tinggi, seperti pasar tradisional dan kawasan komersial. Memiliki kapasitas hingga 20 ton, wadah ini dilengkapi teknologi pengering yang mampu mereduksi kadar air pada sampah basah hingga 40 persen.

Langkah pengeringan tersebut dinilai krusial karena mampu mencegah kebocoran air lindi yang kerap menetes dan mengotori jalanan saat proses pengangkutan. Poltak mengklaim efisiensi yang ditawarkan Smart Container juga dapat memangkas biaya operasional pengangkutan karena dapat menggantikan peran beberapa truk compactor konvensional.

Sebagai langkah pengenalan kepada publik, Asiana Technologies bersiap memamerkan inovasi-inovasi ini dalam ajang pameran teknologi lingkungan Indowaste 2026. Pameran berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 13 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Melalui pameran ini, mereka berharap solusi waste-to-fuel tersebut dapat diadopsi lebih luas untuk mendukung kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah.