Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Rabu (8/7/2026) terpantau masih berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan laporan terkini dari Pos Pengamatan Gunung Api di bawah naungan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai erupsi maupun ancaman tsunami.
Petugas Pos Pengamatan GAK, Deny Mardiono, menegaskan bahwa zona larangan bagi wisatawan, pendaki, maupun masyarakat umum tetap berlaku dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif. Data pemantauan mencatat adanya aktivitas kegempaan yang meliputi lima kali gempa letusan serta aktivitas tremor menerus. Secara visual, kawah utama mengeluarkan asap putih hingga kelabu dengan intensitas yang bervariasi.
Menyikapi beredarnya isu di media sosial, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Serang, Surtaman, menekankan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi. Beliau mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi dengan merujuk pada kanal komunikasi resmi milik PVMBG, BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat sebelum menyebarluaskan kabar apa pun agar tidak memicu kepanikan di wilayah pesisir Banten dan Lampung.
Meskipun memiliki sejarah aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk peristiwa tsunami pada tahun 2018 silam, pihak otoritas menegaskan bahwa saat ini Gunung Anak Krakatau masih dalam pengawasan ketat. Masyarakat diimbau untuk tetap beraktivitas seperti biasa sambil terus memantau perkembangan status gunung melalui sumber-sumber kredibel pemerintah.