Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan masih dalam kondisi terkendali. Berdasarkan pengamatan visual terkini, puncak gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut tersebut sempat tertutup kabut, namun petugas tetap berhasil mengamati munculnya asap kawah berwarna putih dengan ketinggian mencapai 25 meter dari puncak.
Data dari laman resmi Magma Indonesia milik BPPTKG mencatat sejumlah aktivitas seismik yang masih berlangsung, yakni 26 kali gempa guguran dan 19 kali gempa hybrid. Meski demikian, kondisi cuaca di sekitar lokasi cenderung berawan dengan suhu udara berkisar antara 22,3 hingga 25,7 derajat Celsius, serta tingkat kelembaban udara yang berada di angka 55 hingga 61,9 persen.
Hingga saat ini, Gunung Merapi masih ditetapkan dalam status Siaga atau Level III. Mengingat statusnya yang aktif, potensi ancaman bahaya berupa guguran lava pijar maupun awan panas masih dapat terjadi. Aliran material vulkanik tersebut memiliki risiko mengarah ke beberapa jalur sungai utama, di antaranya Sungai Bedog, Bebeng, Boyong, Krasak, Gendol, dan Sungai Woro.
Pihak otoritas terkait terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat lontaran material vulkanik dari puncak Merapi dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer. Kewaspadaan masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana menjadi poin krusial selama status gunung masih berada pada level yang memerlukan mitigasi aktif.