Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tengah melakukan langkah strategis dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga nasional dengan mempelajari model tata kelola di Amerika Serikat melalui program International Visitor Leadership Program (IVLP). Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam mengintegrasikan pembinaan atlet, mulai dari fase usia dini hingga jenjang elite.
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa keberhasilan Amerika Serikat dalam menjaga konsistensi di papan atas klasemen Olimpiade berakar pada ekosistem yang terintegrasi. Menurutnya, Indonesia perlu mengadopsi pendekatan holistik yang melibatkan sektor akademik, industri olahraga, serta manajemen pendanaan yang berkelanjutan alih-alih menggunakan metode parsial.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah peran universitas dalam sistem pembibitan atlet, seperti model yang diterapkan oleh NCAA. Integrasi ini dipandang relevan dengan visi jangka panjang pemerintah Indonesia dalam mendukung pembinaan atlet nasional yang lebih sistematis. Hasil kajian dari kunjungan ini nantinya akan dilaporkan kepada Menpora Erick Thohir untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik olahraga tanah air.
Selama rangkaian program, delegasi NOC Indonesia yang terdiri dari sepuluh perwakilan telah mengunjungi beberapa pusat olahraga utama, termasuk Chicago, Indianapolis, Colorado Springs, dan Los Angeles. Di kota-kota tersebut, mereka mendalami model kemitraan strategis, operasionalisasi organisasi olahraga, serta tata kelola antidoping yang menjadi fondasi kekuatan industri olahraga di Negeri Paman Sam.
Rangkaian kunjungan ini ditutup dengan peninjauan fasilitas di Universitas California Los Angeles, yang diproyeksikan sebagai perkampungan atlet untuk Olimpiade 2028. Melalui pemahaman mendalam mengenai kemandirian finansial dan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan di AS, NOC Indonesia optimistis dapat merumuskan cetak biru yang lebih progresif bagi masa depan olahraga Indonesia.