Krista Exhibitions resmi membuka pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Center, Surabaya. Memasuki tahun penyelenggaraan ke-19, ajang yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli 2026 ini memposisikan diri sebagai barometer industri percetakan paling prestisius di wilayah Indonesia Timur.
Sebanyak 150 eksibitor dari skala nasional hingga internasional, termasuk perwakilan UMKM, ambil bagian dalam pameran ini. Berbagai teknologi mutakhir dipamerkan, mulai dari mesin digital printing, offset, 3D printing, hingga sistem cetak berbasis web. Pengunjung juga mendapatkan kesempatan eksklusif untuk melihat demonstrasi langsung pengoperasian perangkat cetak generasi terbaru.
CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menekankan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai motor penggerak industri grafika nasional. Sektor manufaktur, kemasan, hingga ekonomi kreatif yang berkembang pesat di wilayah ini menjadi alasan utama SPE 2026 menjadi katalis penting bagi pertumbuhan industri yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan.
Selain memamerkan perangkat keras, SPE 2026 juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan melalui rangkaian seminar dan workshop. Topik bahasan yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, seperti integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam desain kreatif serta strategi penguatan branding dan kemasan bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global.
Pameran ini dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB. Pihak penyelenggara menargetkan total 15.000 pengunjung selama empat hari perhelatan, yang mencakup kalangan profesional, akademisi, desainer, hingga pelaku usaha yang ingin memperluas jaringan kemitraan bisnis mereka.