Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Kesehatan resmi mengimplementasikan inovasi digital bernama KACANG BOGARES (Kawal dan Cegah Stunting Bersama Optimalkan Generasi Remaja Sehat). Program inovatif yang menyasar remaja putri ini mulai diterapkan secara perdana di SMAN 3 Slawi pada Jumat (31/7/2026) sebagai langkah strategis dalam memutus rantai stunting sejak usia sekolah.
Aplikasi KACANG BOGARES merupakan terobosan berbasis digital sederhana yang diinisiasi oleh Tim Kerja Kesehatan Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal. Sistem ini dirancang untuk memantau kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri secara individual, mendeteksi dini gejala anemia, serta memfasilitasi edukasi kesehatan reproduksi secara interaktif.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan langkah progresif di luar program rutin. Melalui platform ini, kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD yang dibagikan setiap hari Jumat dapat terpantau secara presisi. Edy berharap intervensi sejak dini ini mampu menyiapkan para remaja putri menjadi calon ibu yang sehat guna melahirkan generasi masa depan yang bebas stunting.
Pengembangan aplikasi ini juga melibatkan kolaborasi dengan kalangan akademisi untuk memperkuat sistem pemantauan dan penyediaan fitur tanya jawab kesehatan. Melalui integrasi teknologi dan pendampingan dari konselor sebaya di sekolah, pemerintah optimistis target penurunan prevalensi stunting hingga di bawah 14 persen dapat segera terealisasi.
Apresiasi hangat turut disampaikan oleh Kepala SMAN 3 Slawi, Sunarni, yang menilai sinergi ini sangat krusial bagi perlindungan kesehatan remaja. Ia menegaskan bahwa pembentukan budaya hidup sehat memerlukan pendampingan berkelanjutan agar para siswa memahami pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan anemia demi menyongsong masa depan yang produktif.