Telkomsel kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah global setelah sukses membawa pulang dua penghargaan bergengsi dalam ajang TM Forum Digital Transformation World (DTW) Ignite 2026 yang dihelat di Copenhagen, Denmark, pada 23-25 Juni 2026. Prestasi ini menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas layanan serta ketahanan jaringan.

Dalam ajang tersebut, perusahaan telekomunikasi pelat merah ini memenangkan penghargaan pada kategori 'Excellence in People, Profit, and Planet'. Penghargaan ini diberikan atas pengembangan inovatif 'Early Warning System Driving Sustainable Business Continuity', sebuah sistem peringatan dini berbasis AI yang mampu mendeteksi potensi bencana lebih awal. Melalui integrasi data internal dan eksternal, sistem ini telah membantu pengiriman jutaan notifikasi darurat kepada masyarakat di ratusan kota di seluruh Indonesia.

Selain penghargaan tersebut, Telkomsel juga dianugerahi gelar 'Catalyst Innovator' dengan predikat Visionary. Direktur IT Telkomsel, Joyce Shia, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari komitmen perusahaan dalam membangun fondasi data yang kuat serta sistem terintegrasi. Menurutnya, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab bukan hanya soal efisiensi operasional, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat menciptakan inklusivitas digital yang lebih luas bagi masyarakat.

Di sisi infrastruktur jaringan, Telkomsel juga mencatatkan sejarah sebagai operator pertama di Indonesia yang meraih 'Autonomous Network Level 4 Alpha Validation' dari TM Forum. Teknologi ini memungkinkan jaringan perusahaan untuk secara mandiri mendeteksi gangguan sebelum berdampak luas pada pelanggan. Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas digital yang resilien dan andal bagi pengguna di tengah kebutuhan data yang terus melonjak.

Partisipasi Telkomsel dalam DTW Ignite 2026, yang dihadiri oleh lebih dari 5.000 pelaku industri global, dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional di pasar internasional. Dengan jaringan 4G yang kini mencakup 97 persen populasi serta kepemimpinan dalam pengembangan teknologi 5G, Telkomsel terus berupaya memperkokoh posisinya sebagai pionir transformasi digital yang mampu menjawab tantangan masa depan melalui inovasi berkelanjutan.