Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui program Agriculture Circular Economy Zone-Nahdlatul Ulama (ACEZ-NU) mencatatkan capaian signifikan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui penerapan teknologi pertanian berbasis bionutrient, lahan percontohan di Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, berhasil mencatat lonjakan produksi padi yang drastis.

Data lapangan menunjukkan hasil panen kali ini mencapai 1.965 kilogram, meningkat tajam dibandingkan musim sebelumnya yang hanya berada di angka 950 kilogram. Dengan luasan lahan yang tetap sama, peningkatan produktivitas ini mencapai 106,8 persen, atau lebih dari dua kali lipat dari hasil panen konvensional sebelumnya.

Direktur Eksekutif Lakpesdam PBNU, Asrul Raman, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka produksi semata. Program ini dirancang sebagai model percontohan yang dapat direplikasi oleh kelompok tani serta jaringan jam'iyah Nahdlatul Ulama di seluruh wilayah Indonesia untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan.

Lebih lanjut, Asrul menekankan bahwa fokus utama ACEZ-NU adalah membangun ekosistem pertanian yang mandiri. Melalui integrasi antara transfer teknologi, pengayaan pengetahuan petani, dan sistem pertanian berkelanjutan, diharapkan tercipta kemandirian ekonomi bagi para petani di tingkat lokal yang mampu memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan daerah.