Kolaborasi strategis antara IBM dan Oak Ridge National Laboratory (ORNL) baru-baru ini mencatat capaian ilmiah signifikan dalam upaya mewujudkan energi fusi nuklir yang bersih dan berkelanjutan. Melalui integrasi kecerdasan buatan (AI) dengan komputasi kuantum, para peneliti berhasil merancang peta jalan untuk memproduksi tritium, sebuah isotop hidrogen langka yang menjadi komponen vital dalam reaksi fusi.
Reaktor fusi dipandang sebagai solusi masa depan untuk krisis energi global karena kemampuannya menghasilkan listrik tanpa emisi karbon maupun limbah radioaktif jangka panjang. Dengan potensi efisiensi energi yang jauh melampaui pembangkit listrik konvensional, teknologi ini diharapkan mampu menyediakan sumber daya masif bagi kebutuhan manusia di masa depan.
Tantangan utama dalam fusi nuklir terletak pada ketersediaan tritium yang terbatas. Hingga saat ini, proses produksi material tersebut melalui pemboman neutron pada atom litium sangatlah rumit dan berada di luar jangkauan kemampuan superkomputer konvensional. Peneliti kini menggunakan kombinasi algoritma komputasi kuantum IBM dan superkomputer Frontier di ORNL untuk menyimulasikan dinamika garam cair FLiBe, yang merupakan bahan kandidat utama penghasil tritium.
Eksperimen yang dipublikasikan melalui server pracetak arXiv ini menandai pertama kalinya teknologi kuantum diterapkan secara langsung untuk mensimulasikan reaksi kompleks di dalam reaktor fusi. Meskipun penelitian tersebut masih memerlukan tinjauan sejawat lebih lanjut, metode ini diyakini sebagai langkah konkret dalam mengatasi hambatan teknis yang selama ini menghalangi pengoperasian reaktor fusi skala komersial.