Puluhan tahun pasca-perdamaian, Vietnam masih memikul beban sejarah yang berat. Saat ini, tercatat sekitar 175.000 jenazah pahlawan perang masih belum ditemukan, sementara 300.000 lainnya telah terkumpul namun belum teridentifikasi. Sebagai langkah responsif, Komite Pengarah Nasional untuk Pencarian dan Identifikasi Jenazah Martir resmi meluncurkan 'Kampanye 500 Hari' yang berlangsung dari 15 Maret 2026 hingga 27 Juli 2027.
Profesor Dr. Chu Hoang Ha, Wakil Presiden Akademi Sains dan Teknologi Vietnam, menjelaskan bahwa tantangan utama identifikasi adalah degradasi DNA yang ekstrem akibat iklim tropis selama puluhan tahun. Metode konvensional seperti penanda STR atau analisis DNA mitokondria tidak lagi memadai karena sampel sisa tulang yang ditemukan umumnya telah terfragmentasi menjadi segmen yang sangat pendek.
Solusi terobosan kini dihadirkan melalui kolaborasi riset dengan mitra internasional, yakni penggunaan teknik Next-Generation Sequencing (NGS) yang dikombinasikan dengan lebih dari 5.000 penanda polimorfisme nukleotida tunggal (SNP). Teknologi ini memungkinkan analisis DNA nuklir yang sangat pendek dan degradatif, bahkan mampu memperluas cakupan pencocokan kekerabatan hingga generasi keempat.
Dalam pelaksanaannya, kampanye ini mengintegrasikan basis data dari berbagai instansi, mulai dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Keamanan Publik, hingga Kementerian Dalam Negeri. Pengumpulan sampel biologis dari kerabat martir menjadi kunci krusial yang nantinya akan disinkronisasikan dengan basis data hasil uji forensik di laboratorium nasional yang ditunjuk.
Kendati koordinasi antar lembaga berjalan efektif, Profesor Chu Hoang Ha menekankan adanya tantangan logistik dan kapasitas pengujian. Saat ini, diperlukan peningkatan kapasitas laboratorium secara signifikan agar mampu memproses ribuan sampel per tahun demi mencapai target besar pada tahun 2030. Bagi para ilmuwan, keberhasilan misi ini bukan sekadar tugas teknis, melainkan bentuk pengabdian mendalam untuk memulihkan identitas para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.