Sebuah insiden mendebarkan terjadi di kawasan Gunung Rausu, Semenanjung Shiretoko, Jepang, ketika empat orang pendaki terpaksa meminta pertolongan darurat akibat keberadaan seekor beruang. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu sore tersebut memaksa pihak berwenang melakukan operasi penyelamatan udara untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak di jalur pendakian.
Kejadian bermula saat seorang pendaki berusia 60-an melihat beruang sepanjang 1,5 meter melintasi jalur pendakian sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Ketiga pendaki lainnya yang kemudian tiba di lokasi memilih untuk berhenti dan menunggu bantuan karena khawatir akan keselamatan mereka. Setelah bertahan selama tiga setengah jam, salah satu pendaki akhirnya menghubungi layanan darurat pada pukul 16.50.
Beruntung, seluruh pendaki berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dalam kondisi selamat dan tanpa cedera. Insiden ini terjadi tepat sebelum pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Rausu, situs warisan alam dunia UNESCO yang sempat ditutup sejak Agustus tahun lalu pasca-serangan fatal terhadap seorang pendaki.
Pemerintah Jepang kini telah memperketat pengamanan dengan menerapkan sistem peringatan aktivitas beruang cokelat dalam empat tingkat kewaspadaan. Langkah ini diambil menyusul peningkatan populasi dan frekuensi pertemuan antara beruang dengan manusia, termasuk insiden serangan terpisah yang melukai seorang pria berusia 83 tahun di Prefektur Akita pada waktu yang berdekatan.