Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) secara resmi menyelenggarakan program pelatihan peningkatan kompetensi bagi 310 guru jenjang SD dan SMP di Kota Surabaya. Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (7/7/2026) ini difokuskan pada penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung transformasi pendidikan di ruang kelas.
Mengusung tema “Transformasi Pembelajaran di Era Digital untuk Mewujudkan Guru Inovatif dan Berdampak”, pelatihan ini menghadirkan Asmaul Lutfauziah, dosen Program Magister Pendidikan Dasar Unusa, sebagai pemateri utama. Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membekali tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi global sekaligus memperkuat kualitas pengajaran nasional.
Dalam sesi tersebut, para guru tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang aplikatif. Peserta diajarkan cara merancang bahan ajar digital, mengelola media pembelajaran interaktif, hingga membangun Learning Management System (LMS) berbasis AI. Menariknya, teknik yang diajarkan dirancang agar dapat diimplementasikan dengan mudah tanpa memerlukan keahlian pemrograman atau penguasaan coding yang rumit.
Lebih lanjut, Asmaul menegaskan bahwa integrasi teknologi AI di sekolah bertujuan untuk memperkaya metode pedagogi, bukan untuk menggantikan posisi guru. Peran sentral pendidik dalam membentuk karakter dan membimbing siswa dinilai tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Oleh karena itu, para peserta didorong untuk tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi guna menunjang efektivitas proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing.