Sebanyak 23 jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Tapin (Aswat) dari Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menggelar kunjungan kaji tiru ke Sekretariat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bali. Pertemuan yang berlangsung di Denpasar ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarorganisasi pers sekaligus menjadi wadah berbagi pengetahuan terkait perkembangan industri media siber.

Rombongan jurnalis asal Kalimantan Selatan tersebut disambut hangat oleh Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) JMSI Bali, Rudianto, bersama Bendahara JMSI Bali, Jeffry Karangan. Dalam sambutannya, Rudianto mengapresiasi inisiatif Aswat Tapin dan berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa depan, termasuk rencana kunjungan balasan ke Kabupaten Tapin.

Rudianto juga memaparkan profil JMSI Bali yang kini menaungi 18 perusahaan media siber lokal. Ia menjelaskan berbagai program kerja strategis yang tengah berjalan, seperti edukasi literasi digital bagi masyarakat, kampanye bijak bermedia sosial, hingga penyelenggaraan kelas jurnalistik berkelanjutan guna mendongkrak kompetensi para wartawan anggota.

Perwakilan dari Aswat Tapin, Herman Hidayat, mengungkapkan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi kaji tiru karena reputasinya sebagai destinasi wisata internasional dengan ekosistem media yang dinamis. Melalui kunjungan ini, para wartawan Tapin ingin mendalami strategi menjaga keberlanjutan bisnis media siber serta mempelajari teknik penulisan berita pariwisata yang mampu menarik minat publik.

Hasil dari kaji tiru ini diharapkan dapat diadaptasi oleh para jurnalis Aswat untuk mempromosikan potensi lokal Kabupaten Tapin secara lebih efektif. Sinergi ini juga diharapkan memperkuat kapasitas wartawan di kedua wilayah dalam membangun ekosistem media siber yang sehat, inovatif, dan profesional.