Rumah Sakinah Muhammadiyah Jakarta menggelar program bertajuk "Ngaji Kesehatan" pada Kamis (9/7/2026), yang dipusatkan di Balai RW 012, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Inisiatif ini merupakan wujud pengabdian nyata kepada masyarakat dengan mengangkat topik krusial mengenai kesehatan ginjal.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber Dosen Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Siti Nuriyatus Zahrah. Kolaborasi antara Rumah Sakinah Muhammadiyah dan civitas akademika UPN Veteran ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis mengenai fungsi organ vital tersebut serta risiko penyakit yang seringkali berkembang tanpa gejala klinis yang kasat mata.

Siti Nuriyatus Zahrah menekankan bahwa banyak individu baru menyadari adanya gangguan ginjal ketika kondisi kesehatan mereka sudah memasuki fase berat. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk disiplin menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga asupan air putih, membatasi konsumsi garam, serta rutin mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah sebagai langkah preventif yang efektif.

Selain edukasi gaya hidup, narasumber juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala awal seperti pembengkakan pada kaki, kelelahan kronis, atau perubahan pada pola buang air kecil. Segera melakukan pemeriksaan medis ke fasilitas kesehatan menjadi kunci utama dalam upaya deteksi dini guna meningkatkan keberhasilan penanganan medis di masa depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Rumah Sakinah Muhammadiyah, Zalnis, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memadukan nilai-nilai keislaman dengan literasi medis modern. Ia berharap edukasi berkelanjutan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di tengah warga bahwa menjaga kesehatan tubuh merupakan bentuk tanggung jawab serta ikhtiar manusia terhadap amanah yang diberikan.

Acara yang berlangsung secara interaktif tersebut disambut dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, masyarakat diberikan ruang untuk menggali lebih dalam mengenai pola diet yang tepat hingga risiko konsumsi obat-obatan, yang diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya secara kesehatan.