Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, Papua Tengah, kini berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan mengedepankan aspek humanis. Langkah ini diambil agar masyarakat yang datang berobat tidak hanya mendapatkan penanganan medis secara prosedural, tetapi juga merasa dihargai dan dilayani dengan penuh keramahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Passang, menegaskan pentingnya pelayanan sosial sebagai langkah awal sebelum tindakan medis dilakukan. Menurutnya, sapaan hangat, ucapan yang santun, serta senyuman dari tenaga kesehatan (nakes) merupakan hal mendasar yang sangat dibutuhkan oleh pasien saat pertama kali tiba di fasilitas kesehatan.
Yulianus menambahkan bahwa tanpa adanya pendekatan sosial yang baik, pelayanan medis yang telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sekalipun berpotensi dinilai kurang maksimal oleh masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengimbau seluruh nakes di Nabire untuk menjalankan tugas dengan penuh ketulusan dan sukacita demi mendongkrak mutu pelayanan publik.
Penekanan ini disampaikan usai dirinya melakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Siriwini. Langkah monitoring ke lapangan tersebut sengaja dilakukan untuk memastikan keselarasan antara laporan administratif yang diterima dengan kondisi riil pelayanan di tengah masyarakat, sekaligus membangun koordinasi yang lebih erat dengan para petugas medis.
Bagi Pemkab Nabire, sektor kesehatan dan pendidikan merupakan pilar pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Saat ini, wilayah Nabire ditopang oleh 32 puskesmas. Meski fasilitas yang berada di kawasan perkotaan dinilai sudah berjalan cukup baik oleh masyarakat, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala agar kualitasnya semakin prima.
Lebih lanjut, Pemkab Nabire juga mengajak masyarakat dan insan pers untuk memberikan kritik serta masukan yang konstruktif dan objektif. Penilaian tersebut diharapkan dapat membedakan secara jelas antara pelanggaran prosedur teknis (SOP) dengan aspek keramahan sosial, demi perbaikan pelayanan publik yang berkelanjutan.