Organisasi blockchain gaming terkemuka, Yield Guild Games (YGG), secara resmi mengumumkan penghentian operasional divisi penerbitan game kripto miliknya, YGG Play. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk respons terhadap kondisi pasar kripto dan industri gim global yang dinilai semakin menantang untuk dipertahankan secara komersial.
Co-Founder Yield Guild Games, Gabby Dizon, menjelaskan bahwa keputusan berat ini murni didasari oleh dinamika pasar dan bukan disebabkan oleh kegagalan kualitas produk. Sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan, YGG akan menutup situs web YGG Play, platform launchpad, serta beberapa judul gim yang berada di bawah payung divisi tersebut. Selain itu, perusahaan juga melakukan efisiensi dengan memangkas 35 posisi pekerjaan.
Sejak diluncurkan, YGG Play sebenarnya telah mencatatkan pencapaian signifikan dengan pendapatan kumulatif mencapai US$9 juta hingga kuartal pertama tahun 2026. Divisi ini menjadi ujung tombak perusahaan dalam memperkenalkan konsep gim kasual yang mengintegrasikan insentif kripto bagi pengguna luas. Meski begitu, tekanan pasar akibat fluktuasi harga aset digital yang terjadi sejak akhir 2025 memaksa perusahaan untuk mengevaluasi kembali arah bisnisnya.
Pasca penutupan YGG Play, perusahaan kini mengalihkan fokus operasionalnya menuju sektor ekonomi data untuk kecerdasan buatan (AI). YGG melihat peluang besar dalam memanfaatkan pola perilaku dan aktivitas pemain gim sebagai data berharga yang dapat digunakan untuk melatih model-model AI di masa depan.
Manajemen YGG menyatakan bahwa langkah restrukturisasi ini bertujuan untuk memperpanjang masa operasional perusahaan. Dengan aset treasury senilai US$20,6 juta yang tercatat pada kuartal pertama 2026, YGG optimistis mampu mempertahankan keberlangsungan bisnisnya hingga empat tahun ke depan di tengah ketatnya persaingan industri teknologi global.