Menjelajahi keindahan pegunungan tidak cukup hanya dengan bermodalkan keberanian. Bagi para pendaki pemula, persiapan yang komprehensif mulai dari aspek fisik, mental, hingga pemahaman mendalam mengenai medan yang akan dilalui menjadi kunci utama demi menjamin keselamatan selama perjalanan.
Dalam siaran program Sore Ceria di RRI Pro 2 Meulaboh, seorang pegiat pendakian bernama Ponjria menekankan pentingnya disiplin dalam berlatih. Ia mengungkapkan bahwa rutinitas seperti jogging dan latihan beban dengan ransel adalah standar yang ia terapkan untuk membangun stamina. Selain fisik, membangun koordinasi dan kekompakan dalam tim juga menjadi fondasi krusial sebelum memulai ekspedisi.
Aspek logistik dan manajemen risiko pun mendapat perhatian khusus. Pendaki diingatkan untuk cermat menghitung kebutuhan nutrisi serta memahami peta jalur, termasuk memetakan titik evakuasi yang aman. Pemantauan kondisi cuaca yang sering kali berubah secara ekstrem di pegunungan menuntut setiap pendaki untuk selalu sedia alat pelindung seperti flysheet dan memilih lokasi perkemahan yang terlindung dari terpaan angin.
Pengalaman menghadapi situasi tak terduga di hutan, seperti perjumpaan dengan satwa liar, menjadi pelajaran berharga bagi Ponjria. Ia menekankan perlunya kemandirian bagi setiap anggota tim untuk membawa bekal darurat pribadi guna mengantisipasi skenario terburuk apabila harus terpisah dari rombongan.
Sebagai penutup, ia mengingatkan agar setiap pendaki tetap menjunjung tinggi etika dengan menghormati kearifan lokal masyarakat setempat. Pengetahuan warga lokal mengenai karakteristik alam sekitar merupakan sumber informasi berharga yang sering kali terabaikan namun sangat vital demi keselamatan dan keberlangsungan lingkungan pendakian.