Klub raksasa Premier League, Chelsea FC, resmi memulai babak baru dalam manajemen klub dengan mengintegrasikan sistem Industrial AI dari perusahaan teknologi IFS. Langkah ini menandai transformasi operasional menyeluruh yang mencakup pengelolaan keuangan, sistem pengadaan, hingga pemeliharaan fasilitas stadion secara komprehensif.

Perubahan fokus kemitraan ini tercermin dari keputusan IFS untuk tidak lagi menempati slot sponsor di bagian depan jersey Chelsea pada musim mendatang. Meski demikian, IFS tetap berkomitmen penuh sebagai Mitra Utama dan Mitra Global hingga tahun 2028, memperdalam perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan infrastruktur teknologi klub.

Chief Finance Officer (CFO) Chelsea FC, Adriel Lares, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai bahwa penerapan teknologi kecerdasan buatan menjadi kunci krusial bagi klub dalam mendorong efisiensi bisnis yang lebih modern di luar dinamika lapangan hijau, sejalan dengan visi klub di bawah kepemimpinan pelatih Xabi Alonso.

Di sisi lain, CEO IFS, Mark Moffat, menekankan bahwa ekosistem sepak bola elite membutuhkan tingkat akurasi dan presisi yang sangat tinggi. Menurutnya, teknologi yang dimiliki IFS, yang sebelumnya telah berhasil mengelola aset kritikal senilai 2,4 triliun dolar AS di sektor industri berat, sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan operasional klub sepak bola papan atas.

Melalui implementasi sistem otomasi ini, Chelsea bertujuan untuk mendapatkan visibilitas yang lebih akurat terkait arus mata uang, kepatuhan hukum, dan efisiensi pengadaan barang secara *real-time*. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi klub dalam persaingan bisnis di industri sepak bola global yang kian kompetitif.