Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kebugaran warga, tetapi juga telah bertransformasi menjadi magnet seni musik. Komunitas Pejalan Kaki Lapangan Puputan (Kaplut), yang semula hanya diisi oleh warga yang berolahraga pagi, kini berevolusi menjadi komunitas musik aktif yang mempertemukan berbagai kalangan usia di jantung Kota Denpasar.

Ketua Umum Kaplut, I Kompiang Wiranata, menceritakan bahwa komunitas ini lahir secara organik pada pertengahan 2025. Rutinitas sederhana setelah berolahraga, yakni berkumpul dan bernyanyi bersama di depan Pura Jagatnatha, ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Respon positif tersebut mendorong Pemerintah Kota Denpasar untuk memberikan dukungan konkret berupa bantuan perangkat musik melalui Dinas Kebudayaan serta dana CSR dari Bank BPD Bali.

Seiring waktu, eksistensi Kaplut semakin kukuh setelah diakui secara resmi sebagai pilar sosial di bawah Dinas Sosial Kota Denpasar dan dikukuhkan oleh Wali Kota Denpasar pada Juni 2026. Kini, komunitas dengan 120 anggota ini telah menjadi ruang inklusif yang terbuka bagi siapa saja tanpa batasan usia, yang secara rutin menyuguhkan pertunjukan akustik setiap hari Rabu, Sabtu, dan Minggu pagi.

Pembina Kaplut, Ida Bagus Rama Jaya, menegaskan bahwa komunitas ini didorong untuk menjadi wadah kolaborasi kreatif. Tidak hanya musisi senior, panggung Kaplut kini terbuka lebar bagi pelajar, mahasiswa, hingga grup musik lokal seperti Starlight Band dan Angels Junior. Ke depan, komunitas ini bahkan berencana menghidupkan kembali memori musik Bali dengan mengundang band-band legendaris era 80-an dan 90-an untuk tampil kembali.

Sebagai perayaan atas semangat kreativitas ini, Kaplut tengah mempersiapkan Konser Kemerdekaan bertajuk 'Denpasar Happy' yang akan digelar pada 16 Agustus 2026. Melalui kolaborasi lintas generasi dan dukungan pemerintah, Kaplut berkomitmen untuk terus menjaga denyut kreativitas dan kebahagiaan di tengah masyarakat Kota Denpasar.