Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan infrastruktur pasca perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII tahun 2026. Lahan yang sebelumnya difungsikan sebagai lokasi Gelar Teknologi (Geltek) akan dikembangkan menjadi kawasan Gorontalo Integrated Farming (GIF).
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memimpin langsung koordinasi bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) untuk merancang konsep integrasi ini. Kawasan GIF nantinya diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat diseminasi inovasi, tetapi juga berfungsi sebagai destinasi agrowisata edukatif serta wahana pengembangan usaha di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Guna memastikan operasional yang berkelanjutan, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesepakatan formal dengan para pemilik lahan. Kerangka kerja sama ini akan mencakup sistem pembagian manfaat yang adil serta mekanisme pemanfaatan aset yang transparan, agar seluruh pihak yang terlibat mendapatkan dampak positif dari keberadaan kawasan terpadu tersebut.
Selain melibatkan kelompok tani dalam penerapan teknologi budidaya modern, pemerintah juga tengah menyusun panduan operasional kunjungan. Regulasi ini dirancang agar kawasan tersebut dapat melayani masyarakat luas, mulai dari pelajar hingga praktisi agribisnis, secara profesional dan edukatif.
Sebagai payung hukum, Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah memfinalisasi Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait pengelolaan kawasan. Langkah administratif ini merupakan komitmen nyata untuk menjadikan eks lokasi PENAS XVII sebagai pusat pembelajaran pertanian masa depan yang berdampak luas bagi ekonomi masyarakat Gorontalo.