Dunia bisnis kreatif sering kali dipandang sebagai sektor yang penuh tantangan, namun bagi desainer Adrie Basuki, kreativitas justru menjadi kunci utama dalam mengubah limbah menjadi komoditas berharga. Melalui tayangan siniar Cuan Iki di Investor Daily TV, Adrie membagikan kisah inspiratifnya dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk fesyen kelas atas yang kini diminati oleh berbagai korporasi besar.
Setelah memutuskan untuk meninggalkan karier korporat yang telah dijalani selama 18 tahun, Adrie berinovasi dengan menciptakan teknik 'kain marmer'. Inovasi ini memungkinkan pemanfaatan sisa kain menjadi material yang memiliki nilai estetika dan ekonomi tinggi. Hingga saat ini, sekitar separuh dari basis kliennya berasal dari sektor korporasi yang mengapresiasi konsep fesyen berkelanjutan (circular fashion).
Lebih dari sekadar mengejar profit, Adrie juga mendedikasikan dirinya untuk memberikan dampak sosial melalui pemberdayaan komunitas. Ia menginisiasi pendirian Kampung Perca di Bogor, yang menjadi wadah bagi ibu-ibu, termasuk mereka yang sebelumnya terdampak jeratan pinjaman daring, untuk mengembangkan keterampilan kerajinan kain.
Langkah Adrie Basuki membuktikan bahwa ketekunan dan visi yang tepat dapat mengubah kendala menjadi peluang nyata. Melalui program Cuan Iki, diharapkan semakin banyak pelaku usaha kreatif di Indonesia yang terinspirasi untuk membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memberikan kebermanfaatan luas bagi masyarakat sekitar.