Cafe Lotus yang berlokasi di Jalan KH. Mansyur No.168, Pabean, kini tidak lagi sekadar menjadi tempat singgah bagi para penikmat kuliner. Restoran populer di Sumenep ini telah menjelma menjadi ruang kolaborasi strategis bagi kalangan mahasiswa, sarjana, hingga pelaku usaha dalam mengasah kemampuan di kancah bisnis digital melalui program Sekolah Bisnis Era Digital.

Dalam gelaran edukasi terbaru yang melibatkan distributor produk herbal tersebut, para peserta dibekali dengan berbagai keterampilan praktis. Materi yang disampaikan mencakup pengembangan pola pikir kewirausahaan, teknik pemasaran digital yang efektif, penguatan citra merek pribadi (personal branding), hingga pemanfaatan peluang ekonomi melalui program afiliasi di platform TikTok.

Koordinator Komunitas Bisnis Online Madura (BOM), Ilhan A. Aziz, menekankan bahwa kemajuan teknologi telah mendemokratisasi akses berbisnis. Menurutnya, hambatan modal kini bukan lagi menjadi faktor utama, melainkan ketangkasan dalam beradaptasi, kemampuan membangun relasi, serta kejelian dalam melihat peluang di ekosistem digital yang terus bertransformasi.

"Kami ingin memfasilitasi generasi muda dan pelaku UMKM di Sumenep agar lebih adaptif dan inovatif. Harapannya, melalui pendampingan ini, akan lahir lebih banyak wirausahawan mandiri yang mampu berkompetisi di skala nasional hingga internasional," ungkap Ilhan di sela-sela kegiatan.

Keputusan menjadikan Lotus Sumenep sebagai pusat kegiatan ini bukanlah sebuah kebetulan. Sebelumnya, lokasi ini kerap menjadi tempat pertemuan strategis, termasuk agenda dari DRT Manajemen yang fokus pada pendampingan pemasaran digital bagi UMKM lokal. Fenomena ini mengukuhkan posisi Cafe Lotus sebagai motor penggerak ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif di wilayah Sumenep.