Pemerintah Kota Tangerang Selatan secara resmi melakukan transformasi peran Posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan berbasis siklus kehidupan. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan masyarakat yang sebelumnya hanya berfokus pada balita, kini mencakup kelompok remaja, ibu hamil, usia produktif, hingga lanjut usia.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa perubahan paradigma ini merupakan bagian dari upaya memperkuat garda terdepan layanan kesehatan primer. Dalam arahannya di Kecamatan Setu, ia menekankan pentingnya peran Posyandu dalam mendukung Standar Pelayanan Minimal (SPM) di sektor kesehatan yang lebih komprehensif.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah kota kini tengah fokus pada peningkatan kapasitas lebih dari 5.000 kader Posyandu yang tersebar di tujuh kecamatan. Pelatihan intensif tersebut bertujuan membekali para kader dengan keterampilan deteksi dini dan edukasi kesehatan yang lebih mendalam, seiring dengan bertambahnya cakupan layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Benyamin memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi ribuan kader yang telah menjadi ujung tombak kesehatan di tingkat kelurahan. Menurutnya, kontribusi para kader sangat vital dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan warga Tangerang Selatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.