Pemerintah Komune Hoi Thinh kini sukses melakukan revitalisasi fasilitas publik menjadi pusat kegiatan yang dinamis. Setelah menerapkan model pemerintahan dua tingkat, wilayah ini kini menopang 28 pusat kebudayaan desa dan empat pusat olahraga tingkat komune, yang dilengkapi dengan lapangan multifungsi untuk menunjang aktivitas warga sehari-hari.
Perubahan fungsi pusat kebudayaan yang dulunya hanya sebagai tempat pertemuan administratif, kini bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial. Di Desa Phu Ninh, misalnya, halaman pusat budaya telah menjadi jantung kehidupan warga di sore hari. Lansia berlatih Tai Chi, kaum muda bermain sepak bola, dan anak-anak berkumpul di area bermain yang aman. Fenomena ini mencerminkan keberhasilan pemerintah setempat dalam menyediakan ruang publik yang inklusif bagi berbagai lintas generasi.
Partisipasi masyarakat dalam merawat fasilitas juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Bapak Dong Kim Tuyen, Sekretaris Cabang Partai Desa Phu Ninh, menuturkan bahwa kesadaran warga untuk menjaga kebersihan dan estetika lingkungan telah membuat sarana tersebut awet dan selalu representatif untuk berbagai kegiatan kompetisi maupun pertukaran budaya.
Selain dukungan pemerintah, sektor swasta juga berperan aktif dalam memperluas opsi sarana kebugaran. Tercatat sebanyak delapan lapangan sepak bola mini dan enam lapangan pickleball telah dibangun melalui investasi mandiri. Langkah ini tidak hanya meringankan beban anggaran daerah, tetapi juga menjawab meningkatnya tren kebutuhan masyarakat akan gaya hidup sehat dan ruang gerak yang lebih bervariasi.
Ke depannya, Hoi Thinh berencana untuk terus memodernisasi fasilitas yang mulai menua guna memastikan sistem pelayanan publik tetap relevan. Melalui kolaborasi yang kuat antara partisipasi warga dan pengelolaan infrastruktur yang tepat, Hoi Thinh berhasil menetapkan standar baru bagi pembangunan komunitas pedesaan yang sehat, guyub, dan berbudaya.