Kisah inspiratif datang dari Jalian Setiarsa, pendiri UMKM kuliner "It's Me Time" asal Sidoarjo, Jawa Timur. Berawal dari dapur rumah tangga pada tahun 2017 dengan kapasitas produksi yang terbatas, bisnis brownies ketan ini kini berhasil bertransformasi menjadi eksportir produk pangan berskala global berkat kolaborasi strategis dengan BRI.
Perjalanan transformasi tersebut dimulai saat Arso, sapaan akrabnya, mulai menjalin relasi perbankan dengan BRI pada tahun 2018. Tidak sekadar menyediakan akses pembiayaan, BRI memberikan pendampingan komprehensif melalui Rumah BUMN. Program ini mencakup pembenahan tata kelola usaha, standarisasi produksi, hingga strategi pemasaran yang lebih modern dan terarah.
Hasil dari pendampingan intensif tersebut sangat signifikan. It's Me Time berhasil memenuhi berbagai standarisasi kualitas, termasuk sertifikasi Halal, PIRT, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional, HACCP. Hal ini menjadi kunci utama bagi UMKM tersebut untuk meningkatkan kapasitas produksi dari ratusan buah menjadi puluhan ribu buah per bulan.
Keberhasilan ini pun membuahkan prestasi di kancah mancanegara. Melalui keikutsertaan dalam ajang bergengsi seperti Brilianpreneur dan Trade Expo Indonesia, produk brownies ketan ini sukses menembus pasar ekspor ke berbagai negara, mulai dari Turki, Hong Kong, Singapura, Australia, hingga Malaysia.
Senior Executive Vice President Ultra Micro Business BRI, M. Candra Utama, menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen BRI untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Fokus utama BRI adalah meningkatkan kapasitas UMKM agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga berdaya saing di kancah internasional.