Gaya hidup aktif kian digandrungi masyarakat perkotaan. Hal ini terlihat dari makin populernya berbagai ajang olahraga berintensitas tinggi, mulai dari lari maraton, trail run, hingga kompetisi ketahanan fisik seperti hyrox. Meski demikian, tingginya antusiasme masyarakat tersebut perlu disikapi dengan kewaspadaan dan persiapan kondisi fisik yang matang.
Head of Health Analytics Allianz Life Indonesia, dr. Tubagus Argie, menyampaikan bahwa olahraga berat membutuhkan tahapan latihan yang terstruktur dan tidak bisa dilakukan secara instan. Faktor penting seperti latihan bertahap (progressive training), penguatan otot, pemulihan (recovery) yang cukup, serta asupan nutrisi dan hidrasi yang seimbang harus menjadi perhatian utama agar semangat berolahraga tidak memicu cedera yang mematikan.
Bagi penggiat olahraga pemula maupun individu yang memiliki riwayat kondisi medis tertentu, dr. Argie sangat menyarankan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up) sebelum memulai program latihan berat. Skrining awal ini berfungsi penting untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan yang belum memunculkan gejala, sekaligus memastikan organ tubuh berada dalam kondisi prima untuk menahan beban aktivitas fisik ekstrem.
Ia menegaskan bahwa manfaat olahraga akan tercapai secara optimal jika diimbangi dengan perencanaan yang cermat, deteksi dini risiko kesehatan, serta perlindungan diri yang memadai. Dengan kesadaran tersebut, masyarakat dapat meminimalkan dampak buruk gangguan kesehatan dan tetap menikmati gaya hidup aktif secara aman dan berkelanjutan.