Universitas Negeri Semarang (UNNES) menginisiasi program pemberdayaan ekonomi kreatif bagi anak-anak di bawah naungan Komunitas Anak Terlantar Al-Idris Kota Semarang. Melalui tim lintas disiplin ilmu, program pengabdian masyarakat ini berfokus pada inkubasi bisnis pembuatan kerajinan ramah lingkungan dengan teknik edu-ecoprint berbasis ethnogreen.
Di bawah arahan ketua tim pengabdian, Yahya Nur Ifriza, S.Pd., M.Kom., beserta jajaran akademisi UNNES, para peserta diajarkan teknik mentransfer pigmen alami dari daun dan bunga lokal ke media kain. Keunikan program ini terletak pada integrasi motif etnis Nusantara, khususnya corak khas Jawa Tengah, yang memberikan nilai estetika sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada para peserta.
Proses pelatihan dimulai dari teknik mendasar, seperti metode ketuk (pounding) untuk mencetak bentuk daun pada media tas jinjing (tote bag). Keterampilan motorik dan kepekaan seni anak-anak diasah secara langsung saat mereka menata komposisi flora lokal agar menghasilkan pola visual yang estetis dan bernilai jual tinggi pada produk pashmina, pakaian, hingga suvenir.
Tidak hanya diajarkan cara memproduksi, para peserta juga mendapatkan pendampingan komprehensif mengenai tata kelola bisnis. Pembekalan mencakup standardisasi mutu produk, kalkulasi harga pokok penjualan, desain kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran digital memanfaatkan media sosial serta platform e-commerce guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Langkah nyata ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan (SDG 1), pemenuhan pendidikan berkualitas (SDG 4), penyediaan pekerjaan layak (SDG 8), pengurangan kesenjangan sosial (SDG 10), serta pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12).
Ketua Komunitas Al-Idris, Muhammad Syafii, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian akademisi UNNES. Kolaborasi berkelanjutan ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi anak-anak binaan agar tumbuh menjadi generasi muda yang mandiri secara finansial, kreatif, percaya diri, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.