Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencatatkan zona hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (21/7). Penguatan ini utama didorong oleh aksi beli balik pada saham-saham industri semikonduktor, di tengah kehati-hatian investor menanti rilis laporan keuangan kuartal II dari deretan perusahaan teknologi raksasa global.
Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan melonjak 1,04 persen ke level 25.772,55. Langkah serupa diikuti S&P 500 yang naik 0,63 persen ke posisi 7.489,95, serta Dow Jones Industrial Average yang menguat tipis 0,15 persen ke 51.916,79. Gairah pasar dipacu oleh lonjakan iShares Semiconductor ETF sebesar 4,1 persen pada sesi pra-pembukaan, mengindikasikan kebangkitan sektor produsen chip yang sebelumnya tertekan ke wilayah bear market.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada laporan kinerja Alphabet dan Intel. Investor mencari kejelasan mengenai efektivitas serta komitmen belanja modal (capital expenditure) dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kepastian pengeluaran dari emiten hyperscaler ini dinilai krusial untuk menopang valuasi dan menjaga keberlanjutan reli jangka panjang di sektor teknologi.
Kendati demikian, sentimen positif bursa sempat tertahan oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Kendati muncul sinyal awal usulan gencatan senjata antara AS dan Iran, aksi kelompok Houthi yang mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi berpotensi membuka konflik baru. Situasi ini langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah jenis Brent hingga mendekati level US$ 90 per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Dinamika pasar semakin kompleks menyusul kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif impor 50 persen bagi berbagai produk Kanada. Di ranah emiten individual, pergerakan harga tampil bervariasi; saham 3M melejit 6,3 persen berkat kenaikan proyeksi laba tahunan, sedangkan emiten perangkat lunak seperti Adobe dan Salesforce terkoreksi lebih dari 4 persen akibat penurunan rekomendasi dari lembaga pemeringkat saham.