Kisah pilu sekaligus inspiratif datang dari Wrexham, Wales, di mana seorang pria bernama Josh Smith (34) didiagnosis mengidap glioblastoma, salah satu jenis tumor otak paling agresif dan mematikan. Diagnosis mengejutkan ini bermula dari gejala sederhana berupa sakit kepala berkepanjangan yang semula diabaikan oleh Josh karena mengiranya sebagai kelelahan kerja biasa.

Gejala awal yang dirasakan Josh sebenarnya sudah muncul sejak awal tahun, ditandai dengan penurunan konsentrasi, mudah lupa, dan kejang kecil yang kerap terjadi tanpa ia sadari. Kondisi tersebut memburuk ketika ia mengalami sakit kepala hebat selama sepuluh hari berturut-turut. Khawatir dengan kondisi suaminya yang kian menurun, sang istri, Kelly (33), mendesaknya untuk segera melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Hasil pemindaian CT scan akhirnya mengungkap keberadaan tumor ganas berukuran 4,5 sentimeter di dalam otak Josh. Ia pun segera dirujuk ke pusat medis spesialis di Liverpool untuk menjalani operasi pengangkatan massa tumor. Meskipun tim dokter berhasil mengangkat 95 persen tumor tersebut, glioblastoma dikategorikan sebagai kanker stadium akhir yang belum memiliki obat penyembuh, sehingga Josh harus terus menjalani terapi kemoterapi dan radioterapi.

Menurut data dari organisasi Brain Tumour Research, glioblastoma menyerang sekitar 3.200 orang di Inggris Raya setiap tahunnya, dengan tingkat kelangsungan hidup pasien yang sangat rendah karena minimnya inovasi pengobatan selama dua dekade terakhir. Kenyataan pahit ini mendorong Josh dan istrinya untuk aktif mengampanyekan peningkatan investasi riset kanker otak kepada Pemerintah Wales guna mempercepat akses uji klinis pengobatan terbaru.

Meski dihadapkan pada vonis medis yang berat, Josh memilih mengisi sisa waktunya dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Ia aktif melakukan berbagai aktivitas fisik, mulai dari mendaki Yr Wyddfa (gunung tertinggi di Wales) hingga berkebun, seraya terus mengingatkan masyarakat luas agar tidak mengabaikan tanda-tanda peringatan dari tubuh dan tidak ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.