Microsoft Threat Intelligence baru saja merilis temuan kritis mengenai keberadaan ekstensi peramban Google Chrome berbahaya yang menyamar sebagai layanan kecerdasan buatan populer, Perplexity AI. Ekstensi dengan nama mencurigakan, "Search for perplexity ai", ditemukan menyalahgunakan izin akses untuk memantau aktivitas internet para penggunanya secara diam-diam.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada akhir Juni lalu, perangkat lunak berbahaya ini memanfaatkan fitur "chrome_settings_overrides" untuk mengambil alih kendali mesin pencari default pada peramban Chrome. Akibatnya, setiap kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna ke dalam bilah alamat akan dialihkan terlebih dahulu ke domain palsu perplexity-ai.online sebelum diarahkan ke mesin pencari yang sah.
Pihak Google telah menindaklanjuti temuan ini dengan menghapus ekstensi tersebut dari Chrome Web Store. Kendati demikian, langkah tersebut tidak secara otomatis mencabut instalasi ekstensi dari perangkat pengguna yang telah terlanjur mengunduhnya.
Oleh karena itu, para pengguna diimbau untuk segera memeriksa daftar ekstensi yang terpasang di browser mereka dan melakukan penghapusan secara manual demi menjaga keamanan data pribadi. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk senantiasa selektif dan waspada saat mengunduh perangkat lunak tambahan dari pihak ketiga.