Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menginisiasi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional melalui Rapat Koordinasi Sinergi Kebijakan Media Massa bertajuk BEJO’S (Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri) di Surabaya, Rabu (20/5/2026). Pertemuan ini menjadi forum krusial dalam merespons tantangan disrupsi digital yang kian masif terhadap lanskap media di Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam, Marsekal Muda TNI Eko D. Indarto, menekankan bahwa stabilitas nasional saat ini sangat bergantung pada kesehatan ruang informasi publik. Menurutnya, perebutan atensi dan persepsi di era digital telah bergeser menjadi medan perang baru yang menuntut bangsa untuk mampu memitigasi risiko seperti hoaks, disinformasi, hingga ancaman deepfake berbasis kecerdasan buatan.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jawa Timur, Imam Hidayat, menyoroti peran vital media massa sebagai elemen penyejuk dalam menjaga ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa di tengah kemudahan produksi informasi oleh pengguna media sosial, media arus utama dituntut tetap menjadi rujukan utama yang akurat untuk mendukung pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Forum ini turut menghadirkan para ahli dari kalangan akademisi, pemerintah, serta praktisi komunikasi untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang adaptif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan media yang berintegritas dan tangguh, guna menjaga ketahanan informasi nasional dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.