Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Rabu (1/7/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi terjadi pukul 09.24 WIB dengan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak atau mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu tersebut tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur dan tenggara. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi aktivitas mencapai 103 detik.

Sigit Rian, petugas Pos Pantau Gunung Semeru, menegaskan larangan bagi warga maupun wisatawan untuk beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai di area tersebut karena risiko tinggi awan panas dan aliran lahar dingin yang dapat meluas hingga 17 kilometer.

Zona larangan juga mencakup radius 5 kilometer dari kawah utama guna menghindari bahaya lontaran batu pijar. Selain Besuk Kobokan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi guguran lava dan lahar di aliran sungai lain seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Hingga laporan ini diturunkan, Gunung Semeru masih bertahan pada status Siaga (Level III). Sepanjang tahun 2026, catatan aktivitas vulkanik menunjukkan gunung api ini telah mengalami 1.380 kali erupsi, dengan rangkaian gempa letusan, guguran, hingga tektonik yang terus terpantau oleh tim PVMBG.