Aktivitas vulkanik Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali meningkat dengan mencatatkan empat kali erupsi dalam kurun waktu satu hari pada Rabu (1/7/2026). Fenomena ini menyebabkan semburan abu vulkanik mencapai ketinggian maksimal satu kilometer dari puncak yang berada di ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, rentetan erupsi dimulai sejak dini hari pukul 00.52 WIB dan berlanjut pada pagi hari yakni pukul 08.14 WIB, 09.24 WIB, serta 10.10 WIB. Intensitas letusan menunjukkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu tebal yang mengarah ke wilayah timur, tenggara, hingga selatan gunung.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyatakan belum ada laporan terkait dampak signifikan dari sebaran abu vulkanik di pemukiman warga. Meski demikian, otoritas setempat tetap menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol keamanan yang telah ditetapkan.

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). Warga dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah utama karena ancaman lontaran batu pijar. Selain itu, masyarakat diminta menjauhi kawasan Besuk Kobokan serta aliran sungai yang berhulu dari puncak Semeru hingga jarak yang ditentukan demi mengantisipasi ancaman awan panas dan lahar dingin.