Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merespons cepat keluhan warga Desa Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, terkait krisis air bersih yang terjadi akibat musim kemarau. Penyaluran bantuan difokuskan pada wilayah yang terdampak paling parah, yakni di kawasan RT 1 dan RT 5, di mana sumber air warga mulai menyusut signifikan.

Untuk menjamin distribusi air yang merata, pihak BPBD Kabupaten Banjar bersama Satgas Tanggap Darurat BPBPK Kalimantan Selatan menerapkan sistem penampungan melalui tandon. Strategi ini dinilai lebih efektif dan tertib dibandingkan distribusi langsung ke rumah-rumah, sehingga masyarakat dapat mengambil air sesuai kebutuhan mereka secara berkelanjutan.

Kepala Desa Gunung Batu, M. Albilaluddin, menyatakan bahwa sistem tandon umum ini mempermudah pengawasan dan memastikan keadilan bagi setiap keluarga yang terdampak. Ia mengapresiasi langkah cepat BPBD Kabupaten Banjar yang segera merespons permohonan warga di tengah ancaman kekeringan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain menyuplai kebutuhan air bersih, tim gabungan juga melakukan pemetaan lapangan dengan meninjau tiga embung yang ada di desa tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya identifikasi potensi sumber air yang tersisa serta sebagai landasan evaluasi untuk menyusun rencana jangka panjang dalam pembangunan infrastruktur air yang lebih tangguh di masa depan.

Sinergi antara pemerintah desa, BPBD Kabupaten Banjar, dan BPBPK Kalsel ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam menangani bencana kekeringan secara komprehensif. Kolaborasi lintas instansi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat agar terhindar dari kesulitan akses air bersih di musim kemarau.