Sektor perbankan kini semakin mengandalkan lini bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management sebagai mesin utama pertumbuhan pendapatan. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas kinerja keuangan di tengah tingginya sentimen ketidakpastian yang menyelimuti pasar keuangan global saat ini.
Tren positif tersebut tecermin dari kinerja sejumlah bank yang sukses membukukan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sepanjang paruh pertama tahun ini. PT Bank DBS Indonesia, misalnya, melaporkan lonjakan dana kelolaan pada segmen nasabah prioritas sebesar 13 persen secara tahunan (yoy) per Juni 2026.
Selain itu, total nilai dana kelolaan per nasabah di bank tersebut juga turut terkerek naik sebesar 15 persen. Pencapaian ini membuktikan bahwa minat masyarakat kelas menengah atas untuk memanfaatkan layanan investasi perbankan tetap kokoh, sekaligus menjadikannya pilar penopang kinerja industri perbankan nasional.