Tim nasional Maroko kembali menunjukkan dominasinya di panggung sepak bola internasional dengan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Kemenangan telak 3-0 atas Kanada di Stadion Houston, Minggu (5/7), mengukuhkan status Singa Atlas sebagai kekuatan yang kian disegani di kancah global.

Pencapaian ini mencatatkan rekor historis bagi Maroko, yang menjadi negara Afrika pertama yang berhasil melaju ke babak delapan besar dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Kesuksesan ini tidak terlepas dari peran krusial gelandang kreatif, Brahim Diaz, yang tampil gemilang sepanjang laga.

Bintang Real Madrid tersebut menjadi motor serangan Maroko dengan menyumbangkan dua assist penting untuk gol Azzedine Ounahi dan Soufiane Rahimi. Sejak debutnya pada 2024, Diaz telah mencatatkan empat assist dari lima laga, membuktikan dirinya sebagai nyawa baru dalam skema permainan pelatih Walid Regragui.

Usai pertandingan, Diaz mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tim. Ia menyebut performa Maroko merupakan buah dari mentalitas bertanding yang tangguh, terutama saat menghadapi tekanan intensitas tinggi dari Kanada di babak pertama.

Meski publik mulai membandingkan skuad saat ini dengan prestasi empat tahun lalu di Qatar, Diaz menegaskan pentingnya untuk tetap fokus pada laga selanjutnya. Ia mengajak rekan-rekannya untuk tetap membumi dan menghormati perjuangan generasi pendahulu yang telah merintis jalan bagi kesuksesan sepak bola Maroko saat ini.